Majelis Tarjih akan Bahas Kriteria Waktu Subuh dan Kalender Islam Global di Munas Tarjih April 2020 | Tarjih.id






Penjelasan al-Quran maupun hadis tentang waktu-waktu salat selalu dikaitkan
dengan fenomena alam; matahari tergelincir, bayang-bayang suatu benda sama
dengan bendanya, matahari terbenam, hilangnya mega merah dan fajar yang
menyingsing. Muncul perbedaan pemahaman terhadap fenomena alam ini di antara
ahli fikih dan ahli hisab/falak, terutama fenomena waktu subuh. Di Indonesia, waktu subuh pada umumnya dimulai pada saat posisi matahari 20° di bawah
horizon sebelah Timur. Pendapat lain mengatakan awal waktu subuh dimulai ketika
posisi matahari 18° di bawah ufuk. Belakangan ini bahkan muncul hasil penelitian yang mengatakan
bahwa bahwa awal waktu subuh adalah ketika posisi
matahari 15° atau 13° di bawah ufuk.

Di
samping itu, umat Islam juga sedang merindukan satu konsep kalender Islam
global yang dapat menyatukan praktik ibadah umat Islam di seluruh dunia dalam
satu hari satu tanggal. Selama ini kita dapat menyaksikan betapa perbedaan
penentuan tanggal ibadah ini menimbulkan berbabagai problematika yang tidak sederhana
di kalangan masyarakat.  Beberapa
konferensi internasional telah dilakukan, di antaranya Konferensi Internasional
Penyatuan Kalender Hijriah di Istambul, Turki,
tahun 2016 lalu. Dalam kesempatan itu, ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan
Pusat Muhammadiyah turut serta berkontribusi sebagai narasumber dan memaparkan
satu bahasan terkait kalender Islam global. Sebagai informasi dalam dua periode
kepengurusan Majelis Tarjih, isu kalender Islam global ini memang mennjadi
salah satu concern tersendiri.

Merespon dua isu di atas, Majelis Tarjih dan
Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah bekerjasama dengan Pusat Tarjih Muhammadiyah
Universitas Ahmad Dahlan pada tanggal 1 Februari 2020 M / 7 Jumadilakhir 1441 H menyelenggarakan
halaqah pra-munas tentang Kriteria Waktu Subuh dan Kalender Islam Global di Yogyakarta.
Agenda utama halaqah tersebut adalah mendengar progress peneliti yang
selama ini telah melakukan kajian mengenai penelitian waktu Subuh dan
perkembangan penyusunan konsep kalender Islam global. Dua tema ini di antara
tema yang akan dibahas dalam Musyawarah Nasional (Munas) Tarjih bulan April
2020 mendatang. Sebagai informasi, selain dua tema di atas, Munas Tarjih besok
juga akan memabahas tema Fikih Agraria, Fikih Zakat Kontemporer, Risalah Akhlak Islam Filosofis, masalah Eutanasia Physician
Assisted Suicide
dan Palliative Care dan Pengembangan Himpunan
Putusan Tarjih, khususnya tentang Hukum Puasa Ayyamul Bidh dan Puasa Tiga Hari
Setiap Bulan, Sujud Sahwi, Shalat Sunah Sesudah Wudu, dan Rawatib Qabliyah
Asar, Kaifiyah Shalat Istisqa’, Kaifiyah Shalat Gaib dan Shalat Jum’at dijamak
dan diqasar dengan Shalat Asar.


Sumber link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *